oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto
Diriwayatkan dari Usamah bin Syarik, ia berkata: "Aku Mendatangi Nabi Saw. dan para sahabatnya (yang sedang duduk) seolah ada burung di atas kepala mereka. Lalu aku mengucapkan salam kemudian duduk." (HR. Abu Dawud)
Muhammad Rasulullah saw, sebagai pendidik telah menunjukkan kualitasnya dalam membentuk karakter sahabat dan ummat muslimin. dengan demikian bila setiap guru meneladani Rasulullah saw, maka setiap sekolah akan melahirkan alumnus-alumnus yang berkarakter kuat dan siap membangun Islam sebagai rahmatan lil'alamin.
Karena itulah, mari kita pelajari model manajemen kelas ala Rasulullah saw sebagai berikut :
1. Siswa sangat menghormati guru
Rasulullah saw sangat berhasil dalam membangun suasana kondusif di majlis-majlisnya. Hal ini bergantung dari tingkat penghormatan siswa yang tinggi kepada Rasulullah saw. sebagaimana digambarkan dalam hadis di atas, bagaimana para sahabat sangat khusu' saat hadir dalam majlis ilmu.
2. Mentransfer materi seratus persen
Karena itulah, mari kita pelajari model manajemen kelas ala Rasulullah saw sebagai berikut :
1. Siswa sangat menghormati guru
Rasulullah saw sangat berhasil dalam membangun suasana kondusif di majlis-majlisnya. Hal ini bergantung dari tingkat penghormatan siswa yang tinggi kepada Rasulullah saw. sebagaimana digambarkan dalam hadis di atas, bagaimana para sahabat sangat khusu' saat hadir dalam majlis ilmu.
2. Mentransfer materi seratus persen
Rasulullah saw pun mampu menarik antusias para sahabat sehingga tidak ada bias sedikitpun. Semua materi diterima seratus persen bahkan kalimat dan perilaku Rasulullah saw pun dihafalkan dan diajarkan kepada generasi berikutnya tanpa penambahan dan pengurangan.
3. Meyakinkan siswa bahwa ilmu harus diamalkan
Keunggulan Rasulullah terlihat pula dari semangat para sahabat untuk segera mengamalkan ilmu dari Rasulullah dengan sungguh-sungguh dan tanpa ragu.
Ketika Rasulullah saw menyampaikan perintah Allah SWT tentang shalat, maka para sahabat langsung bersemangat dan senang untuk mengamalkan selama hidupnya.
Bahkan para sahabat langsung mengamalkan ilmu meskipun tidak mendengar langsung dari Rasulullah saw. Sebagaimana kisah beberapa sahabat yang langsung membuang khamr (minuman keras) yang sedang diminumnya ketika mendengar kabar dari sahabat lainnya bahwa telah turun ayat tentang larangan khamr.
Inilah manajemen kelas ala Rasulullah saw. Dimana ajarannya dihormati, dipatuhi, dan diamalkan dengan sepenuh hati. Sepenuh keimanan sampai mati. Wallahua'lam bi shawab.[]
3. Meyakinkan siswa bahwa ilmu harus diamalkan
Keunggulan Rasulullah terlihat pula dari semangat para sahabat untuk segera mengamalkan ilmu dari Rasulullah dengan sungguh-sungguh dan tanpa ragu.
Ketika Rasulullah saw menyampaikan perintah Allah SWT tentang shalat, maka para sahabat langsung bersemangat dan senang untuk mengamalkan selama hidupnya.
Bahkan para sahabat langsung mengamalkan ilmu meskipun tidak mendengar langsung dari Rasulullah saw. Sebagaimana kisah beberapa sahabat yang langsung membuang khamr (minuman keras) yang sedang diminumnya ketika mendengar kabar dari sahabat lainnya bahwa telah turun ayat tentang larangan khamr.
Inilah manajemen kelas ala Rasulullah saw. Dimana ajarannya dihormati, dipatuhi, dan diamalkan dengan sepenuh hati. Sepenuh keimanan sampai mati. Wallahua'lam bi shawab.[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar