Tampilkan postingan dengan label Adzkia Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adzkia Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Bersatu Mendidik Anak

"Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan Kebaikan yang tercerai berai"

Ungkapan ini, meskipun hanya sebaris namun esensinya sangat besar sebagai bahan introspeksi atas upaya kita mendidik generasi muslim. Karena, bagaimanapun kita pahami bahwa sangat sulit bagi kita untuk membangun akhlak yang baik pada siswa bila tidak ada kerja sama yang baik antara guru dan manajemen sekolah. Termasuk kerja sama antara sekolah dan para orang tua, dan termasuk para orang tua dengan keluarga besarnya, dan kerja sama orang tua dengan masyarakat di lingkungannya.

Tentunya, ini pekerjaan besar. Apalagi, godaan yang menggangu anak-anak dan remaja muslim saat ini sangat besar. Teknologi informasi menjadi salah satu pintu masuknya, dan pergaulan yang salah menjadi perusak logika berfikir, akhlak dan pemahaman terhadap agama.

Marilah, para guru dan orang tua. Sudah waktunya untuk menyusun kembali rencana pendidikan bagi anak-anak kita 

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 82 | Desember 2015

Sabtu, 31 Oktober 2015

Guru Sepanjang Zaman

"Didiklah anak-anakmu atas hal yang berbeda dengan keadaanmu (sekarang), karena mereka hidup untuk zaman yang bukan zamanmu" (Ali bin Abu Thalib Ra.)

Kita pantas bersyukur, Ali bin Abu Thalib Ra. seorang sahabat besar telah meninggalkan nasihat yang sangat penting. Nasihat ini, menjadi pegangan para guru untuk memahami kebutuhan sebenarnya para anak didiknya.

Bersandar pada nasihat ini, para pendidik bersikap mawas diri terhadap apa saja yang disiapkan untuk diajarkan. Sekaligus mengajak guru untuk bersiap-siap dengan banyaknya tantangan yang akan para siswa alami namun belum pernah dialami sebelumnya oleh para guru.

Inilah hebatnya para guru. Pada dirinya terkumpul modal pengalaman hidup, modal pengetahuan, modal kecerdasan, dan modal imajinasi yang semuanya melahirkan metode dan gaya mengajar yang efektif.

Para guru dengan demikan berpikiran terbuka, dan visinya melampaui saman demi zaman. Meskipun guru hidup di zaman dahulu, namun dia terus belajar untuk mengimbangi para siswa pada zaman ini yang kelak akan menjadi dewasa di zaman yang berbeda lagi.

Para guru dengan demikian juga selalu kreatif. Karena perubahan zaman telah melahirkan pula generasi dengan lingkungan sosial dan gaya hidup yang berbeda. Maka apakah guru akan bertahan dengan metode mengajar yang sama untuk generasi siswa yang berbeda?.

Para guru dengan demikian juga melek teknologi. Hal ini merupakan keniscayaan, bila guru senantiasa mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan. Tentu, para guru akan melek teknologi secara otomatis. Sekelaigus mengerti bagaimana caranya menangani manfaat dan risiko dari teknologi.

Para guru tentu menjadi sosok yang dekat dengan Allah SWT. Perubahan zaman telah semakin menunjukkan dengan jelas, bahwa ajaran Islkam menjadi satu-satunya yang mampu menjawab semua masalah kehidupan. Hanya kepada-Nya, para guru hendaknya bergantung dan memohon kemudahan dalam mengajar dan mendidik para siswanya.[]

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 80 | Oktober 2015

Baca Juga :

  • Belajar Asik dan Bermain Sportif ....hal 4
  • Efek Menulis....hal 6
  • Menjadi Guru Blogger...hal 7
  • Catatan Satu Bulan Inovasi Guru....hal 8
  • Bayi Lahir Sukses Akta Lahir Beres....hal 14
  • Papaku Wirausahawan...hal 17
  • Laskar Anak Gembala 2...hal 20
  • Anakku, Jadilah Ikan...hal 30
  • Remaja & Ancaman HIV/AIDS...hal 32


Kamis, 20 November 2014

Memaknai Hijrah

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Tak terasa sudah 1436 tahun yang lalu perjalanan hijrah nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah, hijrah mengemban amanah dakwah dan perjuangan menegakkan kalimat Allah yang suci dan mulia, yaitu Islam.

Meninggalkan kesenangan-kesenangan dunia, harta, keluarga, tanah air demi menggapai cita-cita tertinggi dalam kehidupan seorang hamba Allah.

Hijrah bukan sekedar sejarah yang telah usang, akan tetapi terkandung di dalamnya makna yang sangat dalam yang menembus dinding-dinding hati setiap muslim. Hijrah bukan hanya berpindah dari sebuah daerah menuju daerah yang lain, akan tetapi hijrah sesungguhnya adalah perpindahan rohani, perilaku dan kecondongan hati kepada semua yang diridhai Allah swt. Allah berfirman : "Maka bersegeralah kalian berlari menuju Allah swt, karena sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata." (QS. Adz Dzariyat : 50)

Inilah yang dimaksud di dalam hadits, "Barang siapa yang berhijrah kepada Allah dan rasulnya, maka hijrahnya benar-benar kepada Allah dan Rasul-Nya" (HR. Muslim)

Hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan hijrah sepanjang masa. Tak mengenal tempat dan waktu, yang akan selalu ada dalam setiap degup jantung seorang muslim, meluruskannya saat ia menyimpang, mengingatkannya saat ia lupa.

Pintu hijrah yang abadi akan tetap terbuka selama pintu taubat bagi manusia masih terbuka. Hijrah adalah pergerakan yang selalu konsisten dalam kehidupan setiap muslim, perubahan dalam satu keadaan menuju keadaan lain yang lebih baik. Rasulullah saw bersabda : "Akan selalu ada hijrah yang lain setelah sebuah hijrah" (HR Ahmad).

Beliau menambahkan "Hijrah tak akan berhenti, sampai pintu taubat tertutup dan pintu taubat tak pernah tertutup sampai matahari terbit dari sebelah barat." (HR Abu Dawud)

Hijrah tetap akan ada selama masih ada kekafiran dan kemaksiatan, karena hijrah sesungguhnya adalah hijrah dari apa-apa yang dilarang oleh Allah swt, sebagaimana Nabi Muhammad saw :
"Muslim yang sejati adalah muslim yang orang lain selamat dari ucapan dan perilaku buruknya, dan hijrah sejati adalah hijrah dari semua yang dilarang Allah SWT" (HR Bukhari Muslim)

Sebagai seorang muslim kita wajib menghijrahkan niat kita dari godaan riya dan sum'ah, menghijrahkan diri kita dari sikap malas dan menunda-nunda pekerjaan, demikian pula dalam budaya dan konsep hidup.

Dewasa ini masih banyak kita saksikan kaum muslimin berislam hanya di dalam masjid dan kehidupan pribadinya, akan tetapi dalam kehidupan sosial dan pergaulan, mereka masih silau dengan budaya dan pola kehidupan orang-orang yang dimurkai Allah SWT.

Tidak akan sempurna islam dan iman seorang muslim sampai ia benar-benar hijrah kepada Allah SWT dan rasul-Nya dalam pelbagai sisi kehidupannya, pola pikir dan konsep hidupnya. Dengan hijrah inilah akan semakin jelas kemuliaan islam dan keunggulannya dihadapan ummat-ummat yang lain. Mudah-mudahan di awal tahun 1436 ini Allah SWT memberikan hidayah dan inayahnya kepada kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan rasul-Nya[]

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 72 | November 2014


Senin, 27 Oktober 2014

10 Hari yang Dikhususkan

oleh : 
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto
 
Allah memberikan anugerah yang paling mulia kepada kaum muslimin dengan mengkhususkan hari dan bulan tertentu untuk beribadah.

(bersambung)

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 71 | Oktober 2014


Kamis, 25 September 2014

Manajemen Kelas Ala Rasulullah

oleh : 
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Diriwayatkan dari Usamah bin Syarik, ia berkata: "Aku Mendatangi Nabi Saw. dan para sahabatnya (yang sedang duduk) seolah ada burung di atas kepala mereka. Lalu aku mengucapkan salam kemudian duduk." (HR. Abu Dawud)

Muhammad Rasulullah saw, sebagai pendidik telah menunjukkan kualitasnya dalam membentuk karakter sahabat dan ummat muslimin. dengan demikian bila setiap guru meneladani Rasulullah saw, maka setiap sekolah akan melahirkan alumnus-alumnus yang berkarakter kuat dan siap membangun Islam sebagai rahmatan lil'alamin.

Karena itulah, mari kita pelajari model manajemen kelas ala Rasulullah saw sebagai berikut :
1. Siswa sangat menghormati guru
Rasulullah saw sangat berhasil dalam membangun suasana kondusif di majlis-majlisnya. Hal ini bergantung dari tingkat penghormatan siswa yang tinggi kepada Rasulullah saw. sebagaimana digambarkan dalam hadis di atas, bagaimana para sahabat sangat khusu' saat hadir dalam majlis ilmu.

2. Mentransfer materi seratus persen
Rasulullah saw pun mampu menarik antusias para sahabat sehingga tidak ada bias sedikitpun. Semua materi diterima seratus persen bahkan kalimat dan perilaku Rasulullah saw pun dihafalkan dan diajarkan kepada generasi berikutnya tanpa penambahan dan pengurangan.

3. Meyakinkan siswa bahwa ilmu harus diamalkan
Keunggulan Rasulullah terlihat pula dari semangat para sahabat untuk segera mengamalkan ilmu dari Rasulullah dengan sungguh-sungguh dan tanpa ragu.

Ketika Rasulullah saw menyampaikan perintah Allah SWT tentang shalat, maka para sahabat langsung bersemangat dan senang untuk mengamalkan selama hidupnya.

Bahkan para sahabat langsung mengamalkan ilmu meskipun tidak mendengar langsung dari Rasulullah saw. Sebagaimana kisah beberapa sahabat yang langsung membuang khamr (minuman keras) yang sedang diminumnya ketika mendengar kabar dari sahabat lainnya bahwa telah turun ayat tentang larangan khamr.

Inilah manajemen kelas ala Rasulullah saw. Dimana ajarannya dihormati, dipatuhi, dan diamalkan dengan sepenuh hati. Sepenuh keimanan sampai mati. Wallahua'lam bi shawab.[]

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 70 | September 2014

Sabtu, 31 Mei 2014

Keshalehan Orang Tua untuk Keshalehan Anak-Anak

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 68 | Mei 2014

Sabtu, 26 April 2014

Guru Terbaik untuk Generasi Terbaik

oleh : 
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 67 | April 2014

Sabtu, 22 Februari 2014

Kesabaran Para Guru

Kesabaran Para Guru

oleh : 
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 65 | Februari 2014

Sabtu, 28 Desember 2013

Evaluasi Diri dalam Pendidikan

Evaluasi Diri dalam Pendidikan

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 63 | Desember 2013

Sabtu, 23 November 2013

Hijrah, Bagian dari Fungsi Pendidikan

Hijrah, Bagian dari Fungsi Pendidikan

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 62 | November 2013

Sabtu, 28 September 2013

Membangun Prestasi Diri

Membangun Prestasi Diri

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 60 | September 2013

Selasa, 30 April 2013

Lingkungan Hidup dan Manusia Khalifah fil Ardi

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 53 |April 2013 

Sabtu, 27 April 2013

Man Jadda Wajada

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 56 |April 2013 

Sabtu, 30 Maret 2013

Memahami Kekuasaan Allah SWT

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 55 | Maret 2013 

Kamis, 28 Februari 2013

Wujudkan Ukhuwah Islamiyyah

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 54 | Februari 2013 

Sabtu, 26 Januari 2013

Lingkungan Hidup dan Manusia Khalifah fil Ardi

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 53 | Januari 2013 

Sabtu, 22 Desember 2012

Pendidikan Birulwalidain

oleh : 

Ali Umar Basalamah
Ketua LPP AL Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Indonesia telah menetapkan sejak tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember sebagai hari ibu.......

(bersambung)

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 52 | Desember 2012


Sabtu, 24 November 2012

Semangat Hijrah Semangat Mendidik

Semangat Hijrah Semangat Mendidik

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Memasuki bulan Muharam berarti memasuki tahun baru hijriyah dan mengingatkan pada sejarah penting yaitu hijrahnya Rasulullah saw. Pada bulan Muharam-lah Rasulullah saw membulatkan keputusan untuk hijrah dari Mekah ke Madinah. Hijrahnya baru terlaksana pasa bulan RabiulAwwal. 

Hijrah dalam sejarah adalah pindahnya umat Islam dari Mekah ke Madinah sebelum kota Mekah ditaklukkan. 

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 51 | November 2012

Sabtu, 20 Oktober 2012

Ibrah dari Sejarah Idul Adha

oleh :
Ali Umar Basalamah
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Setiap kisah yang diceritakan dalam al Qur'an terdapat hikmah dan ibrah (pelajaran) dari berbagai aspek yang sangat bermanfaat bagi kita.

(bersambung )

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 50 | Oktober 2012




Sabtu, 22 September 2012

Nilai Pendidikan di Balik Silaturrahim

oleh :
Ali Umar Basalamah 
Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto

Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 49 | September 2012