"Didiklah anak-anakmu atas hal yang berbeda dengan keadaanmu (sekarang), karena mereka hidup untuk zaman yang bukan zamanmu" (Ali bin Abu Thalib Ra.)
Kita pantas bersyukur, Ali bin Abu Thalib Ra. seorang sahabat besar telah meninggalkan nasihat yang sangat penting. Nasihat ini, menjadi pegangan para guru untuk memahami kebutuhan sebenarnya para anak didiknya.
Bersandar pada nasihat ini, para pendidik bersikap mawas diri terhadap apa saja yang disiapkan untuk diajarkan. Sekaligus mengajak guru untuk bersiap-siap dengan banyaknya tantangan yang akan para siswa alami namun belum pernah dialami sebelumnya oleh para guru.
Inilah hebatnya para guru. Pada dirinya terkumpul modal pengalaman hidup, modal pengetahuan, modal kecerdasan, dan modal imajinasi yang semuanya melahirkan metode dan gaya mengajar yang efektif.
Para guru dengan demikan berpikiran terbuka, dan visinya melampaui saman demi zaman. Meskipun guru hidup di zaman dahulu, namun dia terus belajar untuk mengimbangi para siswa pada zaman ini yang kelak akan menjadi dewasa di zaman yang berbeda lagi.
Para guru dengan demikian juga selalu kreatif. Karena perubahan zaman telah melahirkan pula generasi dengan lingkungan sosial dan gaya hidup yang berbeda. Maka apakah guru akan bertahan dengan metode mengajar yang sama untuk generasi siswa yang berbeda?.
Para guru dengan demikian juga melek teknologi. Hal ini merupakan keniscayaan, bila guru senantiasa mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan. Tentu, para guru akan melek teknologi secara otomatis. Sekelaigus mengerti bagaimana caranya menangani manfaat dan risiko dari teknologi.
Para guru tentu menjadi sosok yang dekat dengan Allah SWT. Perubahan zaman telah semakin menunjukkan dengan jelas, bahwa ajaran Islkam menjadi satu-satunya yang mampu menjawab semua masalah kehidupan. Hanya kepada-Nya, para guru hendaknya bergantung dan memohon kemudahan dalam mengajar dan mendidik para siswanya.[]
Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 80 | Oktober 2015
Baca Juga :
Bersandar pada nasihat ini, para pendidik bersikap mawas diri terhadap apa saja yang disiapkan untuk diajarkan. Sekaligus mengajak guru untuk bersiap-siap dengan banyaknya tantangan yang akan para siswa alami namun belum pernah dialami sebelumnya oleh para guru.
Inilah hebatnya para guru. Pada dirinya terkumpul modal pengalaman hidup, modal pengetahuan, modal kecerdasan, dan modal imajinasi yang semuanya melahirkan metode dan gaya mengajar yang efektif.
Para guru dengan demikan berpikiran terbuka, dan visinya melampaui saman demi zaman. Meskipun guru hidup di zaman dahulu, namun dia terus belajar untuk mengimbangi para siswa pada zaman ini yang kelak akan menjadi dewasa di zaman yang berbeda lagi.
Para guru dengan demikian juga selalu kreatif. Karena perubahan zaman telah melahirkan pula generasi dengan lingkungan sosial dan gaya hidup yang berbeda. Maka apakah guru akan bertahan dengan metode mengajar yang sama untuk generasi siswa yang berbeda?.
Para guru dengan demikian juga melek teknologi. Hal ini merupakan keniscayaan, bila guru senantiasa mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan. Tentu, para guru akan melek teknologi secara otomatis. Sekelaigus mengerti bagaimana caranya menangani manfaat dan risiko dari teknologi.
Para guru tentu menjadi sosok yang dekat dengan Allah SWT. Perubahan zaman telah semakin menunjukkan dengan jelas, bahwa ajaran Islkam menjadi satu-satunya yang mampu menjawab semua masalah kehidupan. Hanya kepada-Nya, para guru hendaknya bergantung dan memohon kemudahan dalam mengajar dan mendidik para siswanya.[]
Sumber : Majalah Adzkia Indonesia Edisi 80 | Oktober 2015
Baca Juga :
- Belajar Asik dan Bermain Sportif ....hal 4
- Efek Menulis....hal 6
- Menjadi Guru Blogger...hal 7
- Catatan Satu Bulan Inovasi Guru....hal 8
- Bayi Lahir Sukses Akta Lahir Beres....hal 14
- Papaku Wirausahawan...hal 17
- Laskar Anak Gembala 2...hal 20
- Anakku, Jadilah Ikan...hal 30
- Remaja & Ancaman HIV/AIDS...hal 32
0 komentar:
Posting Komentar